renggabi news
Daerah

Akibat Lalai: Santri Kelas 3 Mts Pesantren Modern Ummul Quro Leuwiliang Meninggal Dunia

JESTV.ID, BOGOR – Peristiwa yang terjadi pada seorang santri di pondok Pesantren Modern Ummul Quro Al Islami LeuwiLiang, Kabupaten Bogor, terkait kecelakaan hingga meninggal dunia anak didik kelas 3 mts yang bernama Fz.

Saat dikonfirmasi oleh media Humas Pondok Pesantren Ummul Quro Al Islami Andri Noer Zaelani mengatakan, “Informasi yang sudah beredar tersebut benar adanya, ada santri kami yang tinggal di Warung Borong, Kecamatan Ciampea yang meninggal siswa Mts kelas 3 pada minggu tanggal 31 Oktober 2022 Senin Pagi,” ujar Andri kepada awak media saat di wawancarai di kantornya, sekira pukul 18.30 wib, Kamis (10-11-2022).

Jadi memang di hari minggu sore itu lanjut ia, biasanya di kami di isi dengan ceramah Pak Kiyai, kami menyebutnya dengan kuliah ashar sampai menjelang magrib Pak Kiyai memberikan kajian kitab yang memang dikaji ke santri-santri.

“Karena memang berhubung pak kiyai sedang tidak sehat, beliau sedang di rawat di Malang lalu kegiatan santri ini memang kosong, akhirnya santri seperti biasa mereka piket untuk membersihkan area-area yang kotor,” ungkap Andri.

“Almarhum Fz ini berinisiatif untuk membersihkan area pesantren mengangkat sampah-sampah yang sudah dituangkan ke grobak lalu mendorongnya bersama tiga temannya tapi yang mendorong hanya ananda Fz yang mendorong tapi tidak kuat dan akhir nya grobak balik lagi dan mengenai dadanya,” ucap Humas Pesantren Ummul Quro.

Saat ditanya awak media darimana tahu almarhum ini berinisiatif? Ustadz Andri selaku humas mengatakan, pihaknya sudah mencari bahkan mengumpulkan beberapa orang yang memang menjadi partner kerjanya itu dari santri dan semuanya sudah dipanggil oleh pihak Kepolisian dalam hal ini Polsek Leuwiliang di BAP dari mulai pagi sampai jam 11 malam.

“Polisi mengintrogasi semua yang terlibat siapa yang ada kaitannya dengan peristiwa ini,” terangnya.

Andri menuturkan, jadi disaat santri atau almarhum ini ingin memindahkan sampah yang ada didalam gerobak itu karena memang almarhum ini postur tubuhnya kecil sebetulnya dari kedua rekan nya ini sudah menawarkan kepada Almarhum Fazri.

“Sri ane bantuin, tapi almarhum bilang ke teman nya ini sudah gak usah ane sudah lihai kok bawa gerobak ini,” ujarnya.

Kemudian pihak media, menanyakan temannya itu siapa pak? Andri mengaku kurang hapal namanya.

“Namanya saya gak hafal tapi itu sudah di proses oleh polisi dari Polsek Leuwiliang kan saya juga sempat diwawancara oleh polsek leuwiliang sampai jam 11 malam. Nah, Ketika grobak itu mau di turunkan ke bawah untuk diangkut ke mobil. Kalau untuk pengangkutan ke mobil sih ada petugas kebersihan dari luar.
Cuma karena medannya sedikit turunan mungkin tidak kuat untuk menahan grobak tersebut akhirnya sedikit oleng berubah posisi lalu si gerobak itu tiba-tiba menghantam almarhum tersebut ke bagian dadanya lalu beberapa menit langsung jatuh tiba-tiba teman-temannya yang kerja itu bantuin langsung di bopong di bawa ke Puskesren (Pusat Kesehatan Pesantren),” paparnya.

Andri juga menjelaskan kejadiannya, sekitar antara Jam 4 – setengah lima Sore setelah ashar pada Minggu 30 Oktober 2022 kemudian dibawa ke Puskesren.

“Kebetulan ada perawat Puskesren, kalau Dokter jaga ini memang bertugas dua hari di Hari Rabu dan Jumat. Karena dokter jaga ini hari Minggu otomatis dokter jaga tidak ada, tapi di tangani oleh pihak perawat di Puskesren,” katanya.

Terkait piket saat ditanya media wajib atau bagaimana, Andri menjawab tidak wajib.

“Gak wajib, untuk bersih-bersih itu juga kita punya petugas kebersihan dari luar. Jadi, saya juga memang dapat informasi juga telat.
Dari ketiga orang ini memang berinisiatif untuk mengisi kegiatan menjelang magrib ini dengan bersih-bersih Pondok Pesantren,” ucapnya.

Ketika disebutkan Inisiatif, Ustadz tahu dari mana korban ini berinisiatif sedangkan korban saat ini sudah meninggal dunia?

“Dari teman yang diajak bekerja (keceplosan) mohon maaf saya ralat bukan bekerja tapi piket pada saat itu. Makanya ketika ditanya namanya siapa saya gak hafal, tapi memang ada saksi- saksi pada saat itu kita hadirkan dan di introgasi oleh pihak Kepolisian jadi memang pada saat kejadian di bawa ke Puskesren dan perawat pun mengambil tindakan penanganan pertama kenapa disampaikan pada saat itu ada sedikit sesak nafas setelah terbentur itu. Kemudian diberikan oksigen oleh perawat yang tugas di lokasi tanpa ada instruksi Dokter yang memang ahlinya,” ungkapnya.

Ustadz Andri mengatakan bahwa pihak ponpes lalai sehingga tejadinya musibah ini. “Kami memang mengakui lalai dalam peristiwa tersebut, sehingga korban saat terkena musibah saat gerobak yang didorong mengena dada korban, saat korban kritis tidak ada penanganan dari pihak ponpes untuk merujuk ke Rumah Sakit agar di rawat secara iinsentif berkala, sehingga nyawa santri tidak tertolong,” tutupnya.

(Tim)

Related posts

Hari ke 3 Ops Bina Kusuma Maung, Polres Serang Polda Banten Amankan 255 Botol Miras Berbagai Merk

admin

Maksimalkan Capaian Target PAD, Inspektorat Daerah Lebak Bantu Evaluasi OPD

admin

Pemerintah Provinsi Lampung Mengikuti Rapat Koordinasi Kesiapan Daerah Menjaga Ketersediaan Pangan Menjelang Ramadan dan Idul Fitri Tahun 2023

admin
Translate ยป