JESTV.ID – Kemarin tgl 27 Rajab 1444 H, ada peristiwa besar yg terjadi pada Rasulullohu Sholallohu ‘Alaihi Wasallam, yaitu ISRA MIRAJ.
Hikmah apa yang dapat dipetik dari peristiwa Isra miraj tersebut
1️⃣Perjuangan
Satu diantara beberapa hikmah di balik Isra Miraj yakni sebuah perjuangan.
Orang yang sukses harus menempuh perjuangan yang keras.
Rasululloh shollallohu alaihi wasallam diisrakan dan dimi’rajkan Alloh Ta’ala setelah mendapatkan kesedihan yang luar biasa.
Rasululloh shollallohu alaihi wasallam ditinggal wafat oleh orang-orang yang dicintainya.
Rasululloh shollallohu alaihi wasallam mengalami rasa sedih yang sangat mendalam sehingga Alloh Ta’ala menghiburnya dengan diisrakan dan dimi’rajkan.
2️⃣Ada kemudahan setelah kesulitan
Hikmah selanjutnya yakni akan selalu ada kemudahan dan kegembiraan yang diberikan Alloh Ta’ala setelah kesulitan dan ujian.
3️⃣Senantiasa izin dengan orang tua
Saat Rasululloh shollallohu alaihi wasallam naik ke langit ke-7, Beliau bertemu dengan Nabi Adam alahi sallam di langit pertama.
Nabi Adam alahi sallam merupakan bapak dari manusia.
Hal ini menandakan setiap pekerjaan yang dilakukan harus senantiasa izin kepada orang tua.
4️⃣Hati adalah hal terpenting dalam diri manusia
Hati sebagai pusat metabolism keimanan dan ketaqwaan.
Hati mengarahkan kehidupan spiritual manusia, dan kualitas spiritual itu secara langsung turut menentukan dan mempengaruhi laku sosial seseorang.
Dengan demikian, apa yang terjadi pada diri Rasululloh shollallohu alaihi wasallam adalah simbol bagi umatnya, bahwa hati adalah perkara yang paling penting untuk dirawat mengalahkan berbagai anggota lainnya.
Menyehatkan hati dan meriasnya jauh lebih penting dari pada merias wajah, dari pada bersolek tubuh, bahkan lebih penting dari pada mengasah otak.
Agar hati selalu terawat maka hendaknya umat Islam senantiasa menghindari empat perkara yakni riya’, ujub, takabbur, serta hasad.
Riya’ adalah pamer, Riya menurut imam al-Ghazali adalah, mencari kedudukan di hati manusia dengan cara melakukan ibadah dan amal.
Dengan kata lain riya’ selalu saja mengajak manusia untuk mencari modus dalam setiap kelakuan dan amalnya.
Sementara ujub adalah sifat merasa diri serba berkecukupan dan berbangga hati atas nikmat yang ada, dan lupa jika kelak akan sirna.
Takabbur merupakan merasa dirinya lebih sempurna dari yang lainnya.
Yang terakhir yakni hasad atau dengki.
Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad
Wallahu A’lam Bisshawab
Yaa Alloh Yaa Robb…
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Yaa Alloh Yaa Robb…
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin
(Haji Ricky)
