renggabi news
Daerah

Pembangunan Waduk Karian di Lebak Tertutup Untuk Wartawan

JESTV.ID, LEBAK – Pembangunan Waduk Karian merupakan proyek strategis nasional yang akan membanggakan masyarakat Kabupaten Lebak. Bagaimana tidak, waduk karian ini digadang-gadang akan menjadi salah waduk yang akan mensuplay kebutuhan air diwilayah Banten dan Jakarta.

Namun, ironisnya proyek strategis nasional ini tertutup bagi media yang akan meliput dan memberitakan kemajuan dan progres pembangunannya.

Bagi masyarakat Kabupaten Lebak dengan adanya pembangunan waduk karian ini akan terangkat tingkat kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Lebak. Karena disamping sebagai waduk yang akan mensuplay kebutuhan air di wilayah provinsi Banten dan Jakarta. Waduk Karian ini juga akan menjadi tempat pariwisata di Kabupaten Lebak nantinya.

Kenyataannya, sungguh diluar ekspektasi bagi masyarakat Kabupaten Lebak khususnya juga media atau wartawan sebagai Sosial Control yang akan menginformasikan progres dari pembangunan waduk karian yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Lebak. Karena media atau wartawan dilarang masuk atau tidak diperbolehkan untuk melakukan peliputan.

Pembangunan yang di biayai oleh Anggaran Pemerintah (Uang Rakyat) media atau wartawan di halangi dan tidak di perbolehkan masuk oleh pihak kemanan pembangunan, dengan alasan perintah atasan. Hal tersebut terjadi saat awak media hendak melakukan Peliputan Pembangunan Waduk Karian, melihat progres seperti yang diucapkan oleh Bupati Lebak, berlokasi di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak – Banten, Jum’at (31/3/2023).

Asep Oray salah seorang wartawan saat hendak melakukan peliputan di kawasan pembangunan waduk Karian, dan meminta ijin, Awak media tidak di perbolehkan masuk oleh Security.

Security tersebut menerangkan bahwa tidak di perbolehkan siapa pun yang masuk ke wilayah pembangunan bendungan waduk karian terkecuali karyawan disini.

“Saya khawatir, ketika bapak memaksa diri untuk meliput ke dalam, maka saya pasti di marahin oleh atasan saya dan bagian departemen perusahaan ini, dan saya pun belum tahu alasannya seperti apa, karena memang tidak dikasih tahu oleh pihak pengelola kang,” ujarnya kepada wartawan.

Security yang tidak mau menyebutkan namanya menambahkan, “Lebih baik akang menghubungi pihak PUPR Provinsi Banten, minta petunjuknya dan tanyakan pula apa alasan kuatnya wartawan tidak boleh melakukan tugasnya melakukan peliputan ke pembangunan Bendungan Waduk Karian ini,” tandasnya.

Sementara salah seorang warga yang minta di rahasiakan namanya, mengatakan jangankan wartawan warga saja tidak diperbolehkan masuk ke pembangunan waduk Karian.

“Jangankan Bapak (Wartawan), kami saja selaku masyarakat di sini tidak dibolehkan pak masuk ke kawasan pembangunan waduk Karian, kami pun terkadang berpikir aneh sampai segitunya pihak pengelola dan departemen waduk karian, hingga tidak memperbolehkan masyarakat mengetahui pembangunan tersebut. Padahal kami selaku warga di sini berhak tahu apa yang di bangun dan pekerjaannya seperti apa,” ucapnya.

“Dari awal pembangunan sampai sekarang kami sebenarnya sudah kesal pak, dengan sistem pengamanan yang kaya gitu, masa kami ga boleh tahu, mereka mau bangun apa dan seperti apa, inikan aneh pak,” keluhnya.

Sampai berita ini di terbitkan awak media masih berusaha mencari nomor kontak pengusaha maupun Dinas PUPR Provinsi Banten yang di sebutkan Security tersebut. Untuk meminta penjelasan dan keterangan terkait larangan bagi wartawan meliput dilokasi Waduk Karian tersebut. (MS)

Related posts

Polsek Malingping Polres Lebak Amankan Tiga Orang Pelaku Pengeroyokan

admin

Optimalisasi PBBP2 Pengaruhi Percepatan Pembangunan

admin

Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Menyerahkan Bantuan Paket Sembako di TPA Bakung dan TPA Sukaraja Pada Peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI

admin
Translate ยป