renggabi news
Daerah

Kepala DKP Provinsi Banten di Perolok Sejumlah Aktivis, Dimana Wibawa Pemprov Banten?

JESTV.ID, BANTEN – Satu kata, “Kontradiktif” untuk Kepemimpinan Eli Susiyanti, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, yang alergi terhadap media, sangat berbanding terbalik dengan Anugerah yang diterima Pj.Gubernur Banten Al Muktabar sebagai Sahabat Pers (11/8/2023) lalu.

Hal ini terjadi ketika awak media yang datang langsung ke kantor DKP Provinsi Banten hanya bisa gigit jari, saat akan memintai konfirmasi terkait proyek Break Water di pesisir pantai Cikeusik- Pandeglang Banten. Awak media kecewa karena tidak dapat menemui pejabat yang memiliki kapasitas dalam menjawab sebuah pemberitaan.

Memalukan jika seorang pejabat Publik yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat seolah meng-eklusifkan diri.

“Dihubungi melalui panggilan telepon tidak pernah diangkat, apalagi whatsApp tidak pernah mendapat Respon”, demikian informasi dalam sebuah media online (13/8/2023). “Bagai Ratu penguasa dalam sebuah kerajaan yang tidak mau diganggu apalagi menerima tamu”, begitu Kiasan Pengamat Politik dan Akademisi Dr.Budi Ilham dari UNIBA Banten, pada Selasa (22/08/2023) saat berkunjung di Basecamp DPW Solmet di bilangan Cipocok Kota Serang.

Budi Menyampaikan, “Momentum hari kemerdekaan belum bisa dimaknai secara utuh masyarakat banten, jika sikap angkuh dan sombong menjadi karakter seorang pemimpin tertanam di tanah kelahiran sang Imam Besar Syeh Nawawi. Gonjang ganjing beberapa kegiatan di DKP Prov. Banten memang seperti drama berseri yang tak kunjung usai, entah memang diciptakan karena gejolak internal pejabatnya atau ada dugaan intervensi dari para Broker yang merasa sudah investasi di muka, kemudian memainkan peran, sehingga berebut proyek. Berisik bahkan terdengar nyaring persoalan di dalam tubuh OPD yang mencoreng Wibawa Pemprov Banten.” urai Budi.

Lanjut Budi, babak baru Kegiatan Proyek Pembangunan BreakWater yang menyerap APBD dengan Pagu kurang lebih 16 Milyar, Tahun anggaran 2023 juga diduga terjadi pengkondisian pemenang Proyek, dengan cara yang tidak sportif dimana pemenang proyek masih di pertanyakan kelengkapan administrasi serta spesialisasi dan pengalamannya.

“Berasal dari sumber terpercaya hingga berita ini ditulis, telah dilaporkan kesalahan penetapan pemenang E-catalog pembangunan breakwater 2023 oleh Aktivis penggiat anti Korupsi Solidaritas Merah Putih (Solmet) ke pihak Aparat Penegak Hukum (APH). Ini menunjukkan Kecurangan demi kecurangan, bukan menjadi hal yang tabu, hingga hilangnya rasa malu seolah menjadi budaya atau tradisi oknum birokrat di tanah jawara,” ungkap Budi.

Kata Budi, serangkaian masalah yang terjadi menjadi obrolan dan olok-olokan masyarakat setiap minggu.

Budi menjelaskan bahwa kontrol sosial pada media terhadap kebijakan yang ditujukan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten tidak menjadi evaluasi serta perbaikan birokrasi. Saat upaya persuasive tidak lagi didengar, langkah terakhir element Masyarakat dan Akademisi adalah turun kejalan melakukan Aksi.

Informasi yang di terima dari aktivis yang tidak mau disebut namanya, persiapan tengah dilakukan dengan melakukan konsolidasi dan koordinasi. “Dalam waktu dekat akan kami layangkan surat kepada pihak terkait tentang kegiatan aksi/demonstrasi untuk perbaikan Birokrasi,” katanya.

Budi berharap, “Jadilah pejabat yang merendah, sekalipun harus memungut sampah. Jika pejabat jelek dalam bertingkah maka yang datang adalah berjuta-juta sumpah serapah,” tutupnya Budi mengakhiri.

(Aris RJ)

Related posts

Tingkatkan Iman dan Taqwa, Brimob Banten Peringati Maulid Nabi Muhammad S.A.W

admin

DPK KNPI Malingping Gelar Pengabdian Di Desa Kersaratu

admin

Polsek Rangkasbitung Polres Lebak Terus Menggencarkan Vaksinasi Covid-19 Menuju Herd Immunity

admin
Translate »