renggabi news
Daerah Ekonomi

Dinas Pertanian Lebak, Minta Petani Terapkan Program IP 400

JESTV.ID, LEBAK – Untuk meningkatkan pendapatan ekonomi bagi petani, Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, minta petani menerapkan program Indeks Pertanaman (IP) 400 untuk mendongkrak produksi pangan.

“Hingga kini kita terus mensosialisasikan penerapan IP 400 bagi petani di Lebak,” kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar, Rabu (9/2/2022).

Menurut Deni, Penerapan IP 400 di Kabupaten Lebak sudah diujicobakan di Kelompok Tani Desa Sawarna Bayah tahun 2021 lalu dan berhasil di lahan seluas 50 hektare.

“Mereka petani di daerah itu dalam setahun bisa mengelola empat kali musim tanam dan empat kali musim panen,” ujarnya.

“IP di daerah itu masih 2,5 dan 3,0 musim tanam selama setahun, sehingga harus ditingkatkan menjadi 4 kali tanam,” sambungnya.

Saat ini jumlah pertumbuhan penduduk terus bertambah, namun kebutuhan lahan pertanian tetap, tetapi diharapkan dalam satu tahun bisa empat kali panen.

“Program IP 400 merupakan terobosan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi sehingga ketersediaan beras dalam negeri dapat terpenuhi bahkan surplus hingga mampu ekspor. Karena itu, pemerintah daerah memprogramkan IP 400 itu dengan sistem “culik tanam”. Artinya, petani sebelum memanen padi diberikan waktu selama 20 hari untuk persemaian padi,” terang Deni.

Jika petani itu memanen padi maka langsung kembali petani menggarap lahanya untuk ditanami padi dari benih persemaian itu.

“Kita berharap petani begitu panen maka langsung dilakukan gerakan tanam,” katanya.

Menurut dia, penerapan program IP 400 di Kabupaten Lebak  didukung sarana irigasi juga ketersediaan pupuk.

Begitu juga petani melaksanakan percepatan tanam tentu harus menggunakan varietas benih padi yang usia panenya selama 90 hari setelah tanam.

Varietas benih padi itu jenis varietas Pajajaran, sehingga petani harus mampu membuat persemaian varietas pajajaran itu.

Selain itu juga potensi areal sawah cukup luas dan semangat petani dan kerja sama erat kelompok tani.

“Saya kira  program IP 400 merupakan penerapan teknologi guna menyumbangkan produksi pangan untuk provinsi dan nasional,” katanya lagi. (red)

Related posts

Buntut Tidak Percaya ke Kejari Lebak, Aktivis GAMMA Demo Kejati Banten

admin

Toko Emas di Gasak Perampok Bersenjata Api

admin

Pastikan Protokol Kesehatan Diterapkan, Polsek Cikupa Polresta Tangerang Kawal Pembagian Bansos

admin
Translate »