JESTV.ID, LEBAK – Aksi Demo mogok Produksi Tahu dan Tempe di Kabupaten Lebak, pedagang yang khusus jualan tahu tempe terpaksa tak jualan, di pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin (21/2/2022).
Pantauan media dilapangan tampak lapak pedagang tahu tempe tak terlihat adanya dagangan alias kosong.
Rukiah pedagang tahu dan tempe yang ditemui dilokasi mengatakan dirinya terpaksa mengikuti tidak jualan karena pabriknya mogok produksi.

“Saya mah ngikutin aja pak, katanya pabrik tahu tempenya mogok produksi karena harga kedelainya mahal,” katanya.
Rukiah juga menambahkan bahwa rencana mogok produksi tahu tempe sampai tiga hari kedepan.
“Katanya nanti ada lagi hari Kamis (24/2) jadi terpaksa ga jualan tahu tempe sementara lapak di isi jualan lain, karena yang dirumah harus makan,” keluhnya.
Senada dikatakan Eneng salah seorang pedagang kopi yang lokasinya tak jauh dari para pedagang tahu tempe yang turut mengiyakan sejak dari semalam sampai siang ini tidak ada yang jualan tahu tempe.
“Pedagang tahu tempe pada kompak ga jualan karena pabriknya mogok produksi karena harga kedelainya mahal. Hal ini juga berdampak pada pemasukan diwarung saya pak, karena libur otomatis gada yang pesan kopi sama makanan lain,” ungkapnya.
Ditanya soal adakah pedagang tahu tempe yang memaksakan diri untuk jualan, Neng menjawab sama sekali tidak ada yang jualan.
“Soalnya pabrik atau pedagang juga takut pak dagangannya diacak-acak sama pedagang lain, juga sama kalau ada pabrik yang produksi bakal kena denda dari komunitas perajin tahu-tempe,” ujarnya.
(MS)
