JESTV.ID, SERANG – Sekira pukul 17:30 wib telah terjadi penembakan terhadap sebuah mobil minibus plat merah Nopol A 1265 N merek Suzuki APV yang diketahui kendaraan milik Desa Cihara, Alamat Cikopo, RT/RW 01/01, Kabupaten Lebak- Banten.
Diduga terduga mengemudi kendaraan ugal-ugalan sehingga mencelakakan pengemudi kendaraan roda dua di daerah Kota Serang, dikarenakan tidak ada itikad baik setelah menabrak pemotor, diduga kedua tersangka memutuskan untuk kabur meninggalkan korban, sehingga banyak pihak masyarakat yang menghubungi petugas kepolisian untuk meminta bantuan melakukan pengejaran terhadap minibus plat merah tersebut.
Tak butuh waktu lama salahsatu anggota kepolisian yang mengejar, mendapatkan kendaraan tersebut, namun dengan kecepatan yang sangat tinggi dikhawatirkan membahayakan pengendara lain, maka pihak polisi yang mengejarnya memutuskan untuk melayangkan tembakan beberapakali ke mobil tersebut dengan maksud agar pengemudi menghentikan laju kendaraannya.
Benar saja mobil tersebut langsung berhenti di tengah jalan dan diketahui kedua terduga kabur melarikan diri menghindari kejaran dari aparat kepolisian, hingga berita ini ditayangkan kedua terduga belum tertangkap. Pada akhirnya kendaraan mini bus plat merah tersebut di amankan di kantor kepolisian Polda Banten.
Dugaan ini dibenarkan oleh Ame Sekdes Desa tersebut saat di konfirmasi awak media, Sabtu (11/02/2023), Lewat telpon Whatapps.
“Betul pak, itu memang kendaraan milik desa kami, tapi terkait adanya mobil desa berada di serang, kami baik Kepala Desa maupun saya selaku sekdes, tidak tau menahu, soalnya kemaren sehabis jum’at mobil masih ada, dan saya ga tau siapa yang membawa mobil tersebut, apa itu supirnya/orang lain karena pada hari kejadian supir tidak meminta izin kepada kami,” ungkapnya.
“Dan yang saya tau hari kemarin tidak ada agenda keperluan baik Desa maupun masyarakat kami pak, makanya saya kaget setelah melihat mobil desa kami ada di serang,” tambahnya.
Ame juga menyampaikan atas kejadian yang diduga tabrak lari ini, bahwa pihak Kepala Desa sedang mengkonfirmasi ke pihak berwajib Polda Banten. (Aris RJ)
