JESTV.ID, LEBAK – Santernya pemberitaan di sejumlah media online, terkait adanya dugaan kasus potongan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang terjadi di salah satu sekolah Menengah Atas di Kabupaten Lebak- Banten ini, membuat sang Aktivis yang di kenal rela mati bela masyarakat ini akan melaporkan pihak sekolah terkait, ke Kejari Lebak, Senin (27/05/2024).
King Naga adalah sosok yang aktif melakukan kontroling, pada setiap lini pemerintahan di wilayah teritorial Provinsi Banten.
Selain sebagai Teamsus LSM Gerakan Masyarakat Banten Indonesia (GMBI), dirinya juga merangkap sebagai Juru bicara di Lembaga Masyarakat Banten Bersatu (MBB).
Saat di pinta tanggapan terkait dugaan kasus ini, dirinya mengaku greget, dan menyayangkan jika benar hal ini terjadi.
Namun setelah salahsatu awak media membuka (audio) hasil wawancara terhadap korban selaku orangtua siswa, King Nanga menduga ini adalah tindak pidana yang harus di tindaklanjuti.
“Kalau memang ini betul yang di sampaikan korban, tentu saya menduga hal ini merupakan tindak pidana, dan sudah sepantasnya dugaan ini kita dorong ke APH,” ujar Naga.
“Ini jelas merugikan, apalagi potongannya sampai 50%, ini keterlaluan. Coba kalau kita hitung, dari ratusan siswa yang di potong, di kali Rp 500.000,- ini funtastis jumlahnya ratusan juta ini waduh,” ucap Naga dengan raut kesal.
Lanjut naga, “Gini aja, pokoknya nanti hari senin saya akan merapat ke Kejari Lebak, untuk membuat laporan pengaduan terkait dugaan kasus ini,” pungkas Naga.
(Aris RJ)
