JESTV.ID, LEBAK – Diduga Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), di jadikan peluang untuk meraup keuntungan yang sangat besar oleh sejumlah oknum Desa.
Hal ini terjadi di Desa Pasirgombong Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak- Banten, yang diduga membebankan biaya pembuatan sertifikat sebesar Rp. 300.000,- (Tigaratus Ribu Rupiah).
Hal ini diketahui dari keterangan salahsatu warga (giochi di auto gratis 3d dachträger mtb steckachse saeco ebay kleinanzeigen warriors supporters gear lavori con carta per natale amazon foto orologio casio שיווי משקל באסטרטגיות מעורבות weihnachtskleidung für babys volieres perruches bose 10 soundtouch disque frein avant vtt under armour the rock delta terrarium chamäleon gebraucht ski salomon all mountain nike zoom fly flyknit intersport inisial) H yang di temui awak media jestv.id, Jum’at (01/12/2023).
H mengaku keberatan dengan di bebani biaya penebusan sertifikat sebesar tigaratus ribu rupiah oleh pihak panitia pelaksana program PTSL.
Ini keterangan H, “Saya di suruh membayar biaya sertifikat tiluratus rebu (300.000) buat nebus sertifikat ini,” ungkapnya.
Lanjut H, “Kan saya tidak tau berapa sebenarnya biaya dari pemerintah, pokonya mah Ketua RT setempat meminta tigaratus ribu bae,” tambah H.
“Bagi saya “keberatan” bagi yang tidak punya kerjaan mah,” keluhnya.
“Kan saya tidak ngasih DP, jadi pas sertifikat sudah jadi, saya di pinta tiga ratus ribu rupiah,” jawabnya.

Ditanya harapan, “Kalau bisa kedepannya jangan seperti ini lah, kasihan masyarakat,” pungkasnya.
Guna memastikan kebenarannya, lanjut awak media datangi Desa Pasir Gombong Kecamatan Cibeber Kabupaten, Lebak- Banten.
Namun sayang kedatangan kami hanya disambut oleh sejumlah Prades saja, sehingga awak media tidak mendapat keterangan dari pihak terkait, baik Satgas PTSL maupun Kepala desa setempat.
Hal ini di sampaikan Rusiani Kaur Umum yang menyampaikan Kepala desa sedang rapat dan pa sekdes sedang keluar.
“Wa’alaikumsalam, mohon ma’af pak kalau pa Jaro sedang rapat di puskesmas, pak sekdes juga sedang keluar,” singkatnya.
Tentu hal ini sangat di sayangkan, karena sejumlah media tidak mendapat keterangan yang di maksud terkait program PTSL, sehingga awak media tidak bisa memastikan berapa ribu kuota program tersebut.
(Aris RJ)
