JESTV.ID, LEBAK – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gapura Banten tuding ada kejanggalan atas proyek atau kegiatan pemasangan jaringan internet untuk sekolah SD dan SMP diwilayah blank spot di Kabupaten Lebak, pada Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak. Pasalnya anggaran dari APBD senilai 1,7 Miliar tersebut, dilaksanakan tanpa melalui proses lelang.
Menurut Dewan Pendiri LSM GAPURA BANTEN Ade Irawan bahwa kegiatan dengan anggaran diatas 200 juta, atau kegiatan dengan anggaran 1,7 Miliar sesuai aturan harus melalui proses lelang.
“Saya akan menanyakan persoalan ini kepada Pokja ULP Kabupaten Lebak, terkait regulasi yang mana yang digunakan Dinas Pendidikan Lebak, sehingga bisa melakukan penunjukan langsung pada PT Winet Global Mandiri, selaku penyedia yang melaksanakan pemasangan jaringan internet bagi sekolah SD dan SMP diwilayah blank spot di Kabupaten Lebak,” ujar Ade Irawan kepada jestv.id, Selasa (1/2/2022).
Hal ini dikatakannya, ketika mengkonfirmasi pada pihak perusahaan yang melaksanakan kegiatan tersebut.
“Iya, saya sudah menanyakan ini kepada pelaksana kegiatan pemasangan jaringan internet untuk sekolah SD dan SMP diwilayah blank spot di Kabupaten Lebak, bahwa perusahaan PT Winet Global Mandiri tidak melakukan proses lelang dan ditunjuk langsung oleh pihak Dinas Pendidikan Lebak untuk melaksanakan kegiatan tersebut,” ungkap Ade. 
Untuk itu, pihaknya juga akan meminta jawaban pada Pokja ULP Kabupaten Lebak dan Dinas terkait, untuk dapat menjelaskan persoalan ini. Sehingga apa yang dikritisi Forum Lembaga Bersatu (FLB) yang menduga ada permainan atau kongkalingkong, antara Dinas Pendidikan Lebak dengan perusahaan penyedia.
“Jadi wajar Forum Lembaga Bersatu (FLB) yg terdiri dari LSM Bentar, P2LPB, dan LBR mengkritisi dan menduga adanya permainan dalam kegiatan ini, antara Dinas dengan perusahaan, karena dari 166 yang ditargetkan tapi hanya 144 yang sudah dikerjakan diakhir Desember tahun 2021,” jelasnya.
Sementara itu, Fajrin pemilik PT Winet Global Mandiri saat dikonfirmasi media mengatakan bahwa perusahaannya mengerjakan pemasangan jaringan internet untuk sekolah SD dan SMP diwilayah blank spot di Kabupaten Lebak, tanpa melalui proses lelang dan ditunjuk langsung oleh pihak Dinas Pendidikan untuk melaksanakan pemasangan jaringan internet ke sebanyak 166 sekolah SD dan SMP.
“Iya, meski baru 144 Sekolah yang sudah dikerjakan dari sebanyak 166 sekolah,” kata Fajrin.
Saat ditanya soal adanya permainan dengan Dinas, Fajrin menuturkan semuanya diserahkan pada pihak dinas pendidikan.
“Saya menunggu apa yang menjadi saran dari Dinas terkait, jika memang harus ada konferensi pers, untuk dapat menjelaskan persoalan ini silahkan kami tunggu, saya siap ditanya dan menjawab apa adanya,” jawabnya.
Ditempat terpisah, Kepala Bidang SD dan SMP pada Dindik Lebak Ibnu menyampaikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak mengalokasikan kegiatan pada tahun 2021, untuk pemasangan jaringan internet untuk sekolah SD dan SMP diwilayah blank spot sebanyak 166 Sekolah.
“Dari 166 titik yang dialokasikan pemasangan jaringan internet untuk sekolah diwilayah blankspot, diakhir Desember 2021 baru terpasang 144 sekolah, pelaksana beralasan karena banyak faktor sehingga tidak terpasang di tahun 2021,” kata Kabid SMP Ibnu, pada Dindik Lebak ditemui wartawan jestv.id, Senin (31/1/2022).
Ibnu menjelaskan, Mekanisme Dinas pendidikan untuk pembayaran pemasangan internet bagi sekolah diwilayah blank spot sesuai prestasi pihak PT Winet Global Mandiri, jika pada akhir tahun 2021 baru terpasang 144 dari 166, berarti sebanyak 144 pemasangan internet yang dibayarkan kepada pihak pemasang.
“Pembayarannya sesuai dari yang sudah terpasang, yaitu sebanyak 144 itu yang dibayarkan dan Sisanya 22 sekolah akan dilanjut pada tahun 2022, untuk sisa anggarannya masih ada di kas negara,” terangnya.
Lanjut Ibnu, Itupun yang dibayar ke mereka ada dua komponen, pertama komponen instalasi dan kedua komponen biaya bulanan, dan pembayaran perbulannya pun berbeda-beda.
[11.13, 2/2/2022] Adit (Ewon) Ikwal: “Contoh jika dipasang dibulan kedua biaya pemasangannya dibulan itu, sedangkan untuk bulanannya dibayar bulan ke tiga dan seterusnya,” imbuhnya.
Pemasangan internet bagi sekolah di wilayah blankspot, karena kedepan semua online harus menggunakan internet.
“Seperti Aplikasi Dapodik harus menggunakan internet, terus kedua untuk input Arkas (Rencana Kerja Sekolah) yang ketiga untuk pelaporan BOS, ke empat assessment sekolah dan lain-lain yang semuanya berbasis online,” ujar Ibnu.
Ibnu juga menjelaskan, “bahwa untuk Pemasangan Jaringan Internet bagi sekolah SD dan SMP diwilayah blank spot, biayanya satu titik 4 juta rupiah, sedangkan untuk bulanannya Rp 1.045.000,- jadi jika ditotal dari 144 jaringan yang telah terpasang berikut bulanannya semuanya sekitar Rp 726.480.000,- ,” tutupnya.
(Herman/ms)
