JESTV.ID, LEBAK – Diduga maraknya peredaran rokok ilegal, di Kabupaten Lebak yang merugikan pemerintah, sejumlah media berupaya mengekspose peredarannya dan bekerjasama dengan pihak Bea Cukai berinisial ON via telpon Whatsappnya.
Dengan adanya kerjasama dengan pihak cukai wartawan melakukan konfirmasi ke sejumlah titik yang diduga marak peredaran rokok Ilegal di daerah Kecamatan Gunung Kencana.
Di Kecamatan Gunung Kencana konfirmasi dilakukan ke sebuah agen milik IN, yang di duga menjual produk rokok ilegal dengan merk BP dan diluar dugaan pemilik agen menunjukan puluhan bal rokok kepada media.
“Iya saat kami konfirmasi ke agen, kami diberi 1 bungkus rokok tersebut, karena keterangan pada bungkus rokok dan isinya 20 batang tapi pada waktu di cek labelnya yang terdapat cukai 12 batang. Hal itulah kami bermaksud mengkonfirmasi IN, via chat Whatsappnya,” kata Dani dan Hudri wartawan online, Minggu, (6/8/2023).
Dengan adanya informasi tersebut, wartawan coba menghubungi via telpon Whatsappnya salah seorang yang mengaku pegawai Bea Cukai inisial ON.
“Iya saat kami konfirmasi pihaknya merespon baik atas adanya informasi yang kami sampaikan, dan akan segera menindak, sehingga pihaknya mengarahkan kami untuk mengambil share lokasi, pada Kamis (03/08/3023) sekira pukul 12:30 dan mengirimkannya,” ujar Dani dan Hudri.

Pegawai Bea Cukai berinisial ON yang informasinya bertugas di Merak Cilegon ini merespon agar mengambil gambar lokasinya.
“Oke kang mohon di bantu di ambil Sherlock dan poto lokasi, biar jelas,” ujarnya.
Usai awak media memberikan poto lokasi dan tempatnya, media bermaksud menanyakan progres penindakan dari pihak bea cukai atas peredaran rokok ilegal, pihak ON menyampaikan, bahwa terduga sudah di tangkap.
“Oh, terkait itu sudah kami tangkap kang,” jawab singkatnya.
Awalnya media mengapresiasi kesigapan pihak ON, dengan hitungan jam sigap melakukan tindakan upaya hukum, kepada terduga. Namun kekecewaan muncul kepada sejumlah awak media, karena pada hari itu juga, sang pemilik agen IN masih aktif dan kooperatif menjawab chat Whatsap dari media, walaupun pada akhirnya beberapa no kontak media di block, sehingga sejumlah awak media merasa di Kelabui. (Aris RJ)
