renggabi news
Daerah Pendidikan

Ruang laboratorium SMPN 1 Yang Ambruk di Lebak Akan Diperbaiki Dari Dana BTT

LEBAK, JESTV.ID – Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya mengaku akan membangun gedung ruangan laboratorium di SMPN 1 Cibeber yang ambruk pada Selasa(23/11) lalu. Kata Iti, perbaikan atau pembangunan sekolah tersebut akan diambil dari dana Belanja Tidak  Terduga (BTT). Selain SMPN 1 Cibeber, pembangunanpun akan dilakukan di SMPN 2 Gunung Kencana yang juga ambruk.

“Tahun depan akan kita lakukan perbaikan, ya namanya juga musibah. Kita akan bangun atau perbaiki melalui dana belanja tidak terduga,” kata Iti, saat melakukan kunjungan ke SMPN 1 Cibeber, Rabu(24/11/2021) sore.

(Caption Poto : Iti saat melakukan kunjungan ke SMPN 1 Cibeber)

Kata Iti, ambruknya kedua ruangan disekolah tersebut memang sangat wajar. Karena kondisinya sudah lapuk, bahkan pihak sekolah masing masing sudah mewanti wantinya dengan cara mengosongkan ruangan dan menutup pintu. Hanya saja, khusus SMPN 1 Cibeber memang ada peralatan musik didalam ruangan labolatorium, sehingga siswa tanpa sepengetahuan guru  berinisiatif untuk menggunakan alat musik untuk memberikan surprise saat HUT PGRI.

Iti juga memaparkan jika ruangan yang ambruk merupakan bangunan tahun 2002 dan terakhir dilakukan perbaikan sekitar tahun 2007. Kata dia dia, gedung sekolah juga sebenarnya sudah terdaftar dalam sistem pada tahun 2022.

“Kita akan perbaiki sesuai Tofografi disini. Secara umum kondisi bangunan di dua sekolah tersebut sudah tidak layak pakai, bahkan pihak sekolah sudah menutup ruangan yang ambruk tersebut sebelumnya,” ujar Iti lagi.

Sementara itu, Wawan Ruswandi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak mengaku memohon maaf kepada masyarakat Lebak, dan berduka atas robohnya ruang labolatorium  IPA SMPN 1 Cibeber yang mengakibatkan adanya korban luka ringan yang dialami 7 siswa.

Pihaknya kata Wawan bertanggung jawab atas kejadian tersebut, dan akan memberikan pengobatan dan melakukan kegiatan traumatic healing bagi ketujuh siswa tersebut. Selain itu, Wawan menjelaskan, ruangan lab IPA tersebut sedang diusulkan melalui aplikasi Dapodik  Kementrian  Pendidikan dan masuk Nominasi 2022 DAK.

Sedangkan kata Wawan,  robohnya ruang kelas SMPN 2 Gunungkencana  tersebut, dikarenakan tak kuat menahan debit air hujan.  Dan pihak sekolah    sudah mewanti wanti  agar tidak digunakan,  dan beberapa waktu Ialu sudah di sepakati untuk dibongkar karena khawatir roboh, namun dalam masa perencanaan pembongkaran telah roboh terlebih dahulu.

Laporan : Sep

Related posts

Ciptakan Rasa Aman Masyarakat Polsek Bojongmanik Patroli Dialogis

admin

Pelajar SMA Ucapkan Terima Kasih Kepada Alumni Akpol 99 Atas Diselenggarakan Vaksinasi Gratis

admin

Warga Masyarakat Desa Ciuyah, Sambut Baik Jalan Yang Baru Selesai Di Bangun

admin
Translate »