JESTV.ID, LEBAK – Kabupaten Lebak kembali diharumkan namanya melalui perolehan emas sebanyak 24 medali emas, 11 medali perak dan medali perunggu sebanyak 18. Dengan perolehan medali tersebut kontingen atlit karate Kabupaten Lebak keluar sebagai juara umum pada kejuaran daerah Institut Karate Do Nasional (Inkanas) yang memperebutkan piala bergilir Kapolda Cup yang tak kurang diikuti oleh 162 peserta dari seluruh Kabupaten dan Kota Se-Provinsi Banten pada kemarin hari minggu (29/01/2023).
Namun persatasi yang sungguh sangat membanggakan dan membawa nama baik Kabupaten Lebak ini dirasa kurang adanya perhatian dari berbagai pihak. Bagaimana tidak para atlit karate dari Lebak ini sama sekali tidak ada apresiasi penghargaan bentuk apapun dari masyarakat Lebak baik itu dari pejabat pemerintahan Kabupaten Lebak, ataupun para pengusaha.
Kepala pelatih sekaligus ketua majelis sabuk hitam Inkanas Kabupaten Lebak Agus Firdaus berharap ada dermawan sebagai pejabat, pengusaha yang dapat memperhatikan kami. Kami butuh pembinaan sarana dan prasarana untuk keberlangsungan atlit-atlit kami.
“Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Lebak dapat mempasilitasi kami untuk mendapatkan berupa sponsor atau bantuan dari berbagai pihak. Biar kami bisa sedikitnya memberikan hadiah kepada atlit-atlit kami,” harap Agus Firdaus.

Saat jestv.id mengkonfirmasi kepala dinas pemuda dan olahraga (Dispora) H. Asep Komar membeberkan. Terkait event yang digelar bukan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dalam hal ini dispora tidak ada alokasi anggaran untuk memberikan berupa bonus untuk atlit karate tersebut yang mengikuti event yang diselenggarakan bukan oleh pemerintah.
“Kami sangat bangga dengan raihan atlit karate yang mewakili kabupaten lebak mengikuti lomba yang diadakan Polda Banten dengan menyabet tropi sebagai juara umum, saya salut dan bangga,” ujar H. Asep Komar.
Setelah wartawan jestv.id memintai keterangan dari kadispora, kami berupaya menerangkan apa yang dijelaskan oleh kadispora ke pihak yang mengikuti event karate tersebut.
Agus firdaus selaku kepala pelatih, baru jelas dan memahami apa yang di sampaikan kadispora. Tapi Agus berharap mudah-mudahan ada yang empati kepada kami baik itu dari para pejabat ataupun dari para dermawan yang ada di Kabupaten Lebak.
“Saya berharap mudah-mudahan dengan raihan perjuangan kami hingga menyabet juara umum ini, ada dermawan yang bisa sedikitnya membantu kami untuk pembinaan para atlit-atlit kami ini,” harapnya.
(Aris RJ)
